Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

21 Gadis Milenial Ingin Jadi suster Biarawati Kongregasi SMFA HUT ke 12 Kemandiran SMFA di Indonesia

Tanggal 6 Februari merupakan momentun bersejarah bagi Kongregasi Suster Misi Fransiskan Santo Antonius (SMFA). Tanggal 6 Februari merupakan hari kemandirian Kongregasi SMFA Indonesia. Maka tanggal tersebut senantiasa diberi makna yang mendalam, dengan bersyukur bersama dan menjadikan momen bersejarah ini dengan penerimaan anggota baru SMFA.

Dari ki-ka: Pata, Clara,Diana,Cici,Devi,Jumbai, Desna.

Bertepatan tanggal kemandirian SMFA Indonesia merayakan ulang tahun ke – 12  sebagai kongregasi di Indonesia yang bernaung dibawah Keuskupan Agung Pontianak ada suasana sukacita dan kegembiraan besar dirayakan oleh Kongregasi SMFA, dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Keuskupan Agung Pontianak didampingi oleh RD. John Rustam, RP. Adjie OFMCap, RD. Saud Maruli Tua, RP. Russell Lapidez Jr, OAR, pada upacara penerimaan 7 postulan masuk novis, 7 novis mengikrarkan kaul pertama dan 7 yunior perbarui kaul. Tidak ada istilah kebetulan tapi ini sungguh campur tangan Tuhan, angka 7, 7, 7 kesempurnaan yang datang dari Tuhan saja yang dilimpahkan kepada kongregasi SMFA Pontianak. Perayaan Ekaristi dimeriahkan  koor dari para pestawati, novis, postulan, suster SMFA lainnya dan organis Pastor Fransiskus Kevri CM. Ordinarium bahasa Latin + Bapa Kami.

Kilas balik

Dari mana dan karena apa mereka mengenal Kongregasi SMFA? Pertanyaan yang mengelitik di zaman now, 21 gadis milenial dari angka 7, 7, 7.

Pertama, Kongregasi SMFA sebagai Suster Misi berkarisma “Suster Rakyat”. (Volkzisters dalam bahasa Belanda) nampak dalam sikap hidup sehari–hari, dalam hal gaya hidup, pilih tempat karya, pilihan bidang karya, gaya pelayanan dan pilihan membuka tempat karya baru.

 

Intinya Suster Rakyat adalah keberpihakan kepada kaum miskin dan tertindas. Hidup solider dengan masyarakat biasa, bersikap sederhana dan bersahaja. Semangat ini dihidupi dengan turne ke kampung–kampung di mana saja komunitas SMFA berada. Mereka yang berminat masuk biara  dikunjungi saat turne dan apabila sudah siap, mereka dibawa langsung ke rumah pendidikan  dan sekaligus lantaran kerja sama dengan Pastor Paroki.  Sr. Petra SMFA (Sofia Pataria Senata), asal Paroki Serimbu, Keuskupan Agung Pontianak masuk SMFA karena efek turne ke kampungnya.

Dari ki-ka: Devi, Clara, Cici dan Jumbai masuk SMFA karena tinggal di asrama binaan SMFA

Kedua, Kongregasi SMFA membina anak–anak remaja putri pada 4 asrama. Yaitu; Asrama Sri Melati Putussibau, Asrama Dharmawati Sintang, Asrama Kartini Sintang, Asrama Putri Entikong. Penghuni asrama yang dibina langsung oleh para suster SMFA 400 – 500 anak remaja putri usia SMP dan SMA/SMK. Tidak jarang diantara mereka yang berminat masuk biara dan langsung juga diarahkan ke novisiat. Mereka yang masuk karena tinggal di asrama suster.

 Ketiga, Kongregasi SMFA membantu anak yang tidak mampu sekolah, terutama mereka yang sekolah di SMK Kartini maupun di asrama binaan suster SMFA. Tidak mustahil salah satu diantara mereka akhirnya masuk biara, termasuk penulis.

Keempat, yang tidak kalah penting adalah para novis dan postulan ada istilah “safari Adorasi” dengan doa adorasi 24 jam. Wouw…..Luar biasa, 7 postulan yang  masuk tanggal 6 Februari 2018 yang lalu datang atau masuk SMFA tanpa aksi panggilan.  Istilah Sr. Kristina Unau, SMFA Pemimpin Umum SMFA “mereka datang seperti durian jatuh”.

PENERIMAAN NOVIS

Mgr. Agustinus Uskup Keuskupan Agung Pontianak  memberkati busana biara dengan air suci, setelah itu Sr. Kristina Unau SMFA, Pemimpin Umum SMFA menyerahkan busana biara kepada para postulant yang diterima sebagai novis. Para novis yang telah mengenakan busana biara mengucapkan janji, mendapat nama baru dan menerima konstitusi SMFA sebagai pedoman hidup.

Nama Baru

Tujuh postulan yang menjadi novis menerima nama baru adalah  Clara Modesta diberi nama Sr. Ivone, SMFA, Desna Ati diberi nama Sr. Felisitas, SMFA, Herkulana Herdiana  diberi nama Sr. Herkulana, SMFA, Margareta Cici diberi nama Sr. Margareta, SMFA, Roswita Jumbai diberi nama Sr. Roswita, SMFA, Sofia Pataria Senata diberi nama Sr. Petra, SMFA, Yuliana Devianti diberi nama Sr. Ignatia, SMFA

Sr. Kristina Unau SMFA Pemimpin Umum SMFA menyerahkan busana biara

Asal Keuskupan ketujuh (7) novis adalah Sr. Ivone, SMFA (Clara Modesta), asal Buluk Panjang, Paroki St. Paulus Tuguk, Keuskupan Sintang, Sr. Felisitas Desna Ati, SMFA, asal Ketiat, Paroki St.Pius X Bengkayang, Keuskupan Agung Pontianak, Sr. Herkulana Herdiana, SMFA, asal Gunung Ambawang, Paroki St. Theresia Delta Kapuas, Keuskupan Agung Pontianak, Sr.Margareta Cici SMFA, asal  Tebedak, Paroki  St.Petrus dan Andreas Sepauk, Keuskupan Sintang, Sr. Ignatia, SMFA (Yuliana Devi), asal Umin, Paroki Santo Petrus Dedai, Keuskupan Sintang, Sr. Roswita Jumbai SMFA, asal Ransi Pendek,  Paroki Maria Ratu Rosari Lebang, Keuskupan Sintang, Sr. Petra SMFA (Sofia Pataria Senata), asal Tauk, Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Serimbu, Keuskupan Agung Pontianak.

PENGIKRARAN KAUL PERTAMA

Bapak Uskup memberkati Salib dan cincin yang dikenakan kepada tujuh novis yang akan mengikrarkan kaul pertama.  Tujuh novis akan mengucapkan teks kaul sambil memegang lilin bernyala berlutut di depan Sr. Kristina Unau SMFA, Pemimpin Umum SMFA. Setelah itu, Bapak Uskup menyerahkan salib dan cincin dan terakhir menandatangani teks kaul di meja altar disaksikan Uskup, Imam dan Suster Pemimpin Umum SMFA.

Mengucapkan janji dan menerima Konstitusi SMFA

Berikut nama–nama para novis yang mengikrarkan profesi pertama;

Sr. Gerarda Emiliana Kurniati SMFA, asal Desa Umin Jaya, Sto. Petrus, Dedai, Keuskupan Sintang, Sr. Anggelia Frisila Alyani SMFA, asal Saka Dua, Sto. Mikael, Tanjung Baung, Keuskupan Sintang, Sr. Benedikta Aurelia Lorentina SMFA, asal Pak Mayam, Salib Suci, Ngabang, Keuskupan Sanggau, Sr. Egidia Kristina Sesilia SMFA, asal Dusun Sontas, Yohanes Maria Vianey, Entikong, Keuskupan Sanggau, Sr. Fransiska Maria Sisilia SMFA, asal Dusun Pala Pasang, Yohanes Maria Vianey, Entikong, Keuskupan Sanggau, Sr. Getruda Veronika Minoi SMFA, Dusun Sungai Manan, Sto. Paulus, Tuguk, Keuskupan Sintang, Sr. Carola Maria Sinya SMFA, asal Jalur II, Ngabang, Salib Suci, Ngabang, Keuskupan Sanggau.

PEMBAHARUAN KAUL

Tujuh yunior SMFA yaitu Sr. Aurelia SMFA, Sr. Felisia SMFA, Sr. Kamelia SMFA, Sr. Odilia SMFA, Sr. Yunita SMFA dan Sr. Antonia SMFA perbarui kaul sekali lagi. Sementara Sr. Veronika SMFA perbarui kaul di Yogyakarta karena sedang study.

INILAH  konten pidato sambutan yang disampaikan oleh Sr. Kristina Unau SMFA Pemimpin Umum SMFA memberi motivasi dan semangat kepada para suster Yunior  dengan mengutip kembali wasiat Bapa Pendiri SMFA Berjuanglah supaya menjadi suster yang suci”. Dalam tugas pelayanan, dalam persaudaraan di komunitas dan dalam relasi di masyarakat sebagai “Suster Rakyat”. Perbaharui dirimu setiap hari dan setiap saat agar lebih baik lagi.

7 Yunior SMFA perbarui kaul

Sedangkan kepada para novis yang baru mengikrarkan profesi pertama juga memberi nasehat suci, Berusahalah menghidupi ketiga nasehat injil yang telah diikrarkan dalam hidup sehari – hari. Ingat wasiat Bapa Pendiri SMFA”anak–anak, kalau mau bertekun dalam panggilan mu, ingatlah…kalau sudah mulai jangan menoleh kebelakang”.

Para postulan yang masuk ke jenjang novisiat, kalian memulai babak baru dalam pendidikan, permulaan hidup religius. Berusahalah membentuk dirimu untuk menjadi seorang religius yang suci, tangguh, tekun dan setia sebagai mana wasiat Bapa Pendiri SMFA Setialah dalam hal – hal kecil

Kepada para orang tua, kami Kongregasi SMFA berterima kasih atas kebaikan hati kalian telah mendukung panggilan anak – anak kalian untuk mengikuti Yesus Kristus. Persembahan kalian adalah seperti persembahan Habel yang pasti diterima dan diberkati Tuhan. Pihak kongregasi tidak menjanjikan apapun selain daripada berdoa memohon berkat Allah selalu menyertai kalian semua.

7 suster Yunior SMFA yang baru mengikrarkan kaul perdana, 7 Februari 2019

Kepada para suster formator di novisiat, Sr. Yuli SMFA, Sr. sofia SMFA, Sr. Domisia SMFA. Terima kasih, kalian bertiga sudah menyemai dengan baik panggilan mereka, membimbing, meneguhkan mereka sehingga mereka melangkah dengan mantap ke jenjang berikut sebagai SMFA.

 TUGAS PERUTUSAN

Akhirnya yang biasa ditunggu–tunggu adalah tugas perutusan bagi para suster yang baru mengikrarkan profesi pertama. Pesan special kepada para suster semua anggota kongregasi SMFA “agar bersama – sama menyuburkan panggilan yang telah dianugerahkan Tuhan dan tampaklah sukacita dan menjadi saksi kabar baik ditengah dunia.

Tugas perutusan sebagai berikut: Sr. Egidia SMFA bertugas di komunitas Boerdonk Pontianak, Sr. Getruda SMFA bertugas di komunitas Boerdonk Pontianak, Sr. Anggelia SMFA bertugas di di komunitas Bonaventura Putussibau, Sr. Fransiska SMFA bertugas di di komunitas St. Yohanes Bosco Sintang, Sr. Carolla SMFA bertugas di di komunitas St. Yohanes Bosco Sintang, Sr. Benedicta SMFA bertugas di di komunitas St. Bernardus Quintavale Sosok, Sr. Gerarda SMFA bertugas di di komunitas St. Clara Entikong.

Sr. Kresentia Yati, SMFA – Suster biarawati SMFA (Suster Misi Fransiskan Santo Antonius) Pontianak

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: