Mon. Nov 18th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Tim Volunter Keuskupan Agung Pontianak Kunjungi Lokasi yang Terdampak Tanah Longsor di Sungkung

Masih ingat dengan informasi yang disebarkan oleh Komisi Keuskupan Agung Pontianak terkait Bencana Tanah Longsor menimpa pemukiman warga di Desa Sungkung II Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, Kamis, 31 Januari 2019 Pukul 21.30 WIB? Kabar tersebut diterima redaksi Komsos KAP dari Pastor Paroki Jagoi Babang, Pastor Jeneripitus, OFMCap melalui WhatsApp.

 

Perlu diketahui bahwa Desa Sungkung termasuk dalam Wilayah Paroki Jagoi Babang dan Jagoi Babang merupakan salah satu paroki yang ada dalam Wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Menanggapi peristiwa kemarin Tim Volunter Keuskupan bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi  Keuskupan Agung Pontianak (PSE – KAP) langsung berangkat ke lokasi.

 

“Kita lakukan asesment terkait kebutuhan mendesak terutama relokasi 12 rumah warga yang tertimbun dan rusak parah, “ kata Bruder Kris Tampajara, MTB

Ketua Komisi PSE –KAP ini mengatakan, kemungkinan besar warga yang masih tergolong beresiko bencana longsor terdata 22 KK yang diminta oleh BNPBD Bengkayang dan Provinsi untuk segera direlokasi.

 

“Selain itu kita juga tim volunteer memberi pengobatan bagi warga. Kita berharap pemerintah sesegera mungkin merealisasi rencana tindaklanjut dari pasca darurat bagi warga yang terkena musibah langsung,” kata Bruder Kris saat melakukan peninjauan lokasi yang terdampak tanah longsor ke Sungkung.

 

Dijelaskan Bruder Kris, saat ini untuk logistik masih dibutuhkan terutama sembako. Beberapa bantuan sembako belum darir beberapa lembaga belum tiba di Sungkung. Kecuali yg dibawa langsung dengan Helikopter dari pemerintah dan TNI.

Berteduh dari guyuran air hujan di bawah tenda ala kadarnya

 

“Warga sudah beraktivitas seperti biasa. Hanya beberapa warga yang rumah nya mena longsor sedang membongkar rangka rumah yang bisa digunakan. Dari pihak pemerintah Desa dan Pemda Bengkayang dalam waktu dekat akan melakukan relokasi bagi warga yangg terkena bencana 12 warga dan juga yang berisiko tinggi kena longsor ada 17 warga. Untuk jangka panjang seluruh warga akan direlokasi ditempat yang aman dari longsor mengingat daerah Sungkung berkontur tanah berbukit,” terangnya.

Sebagian dari Tim Volunter KAP

Menurut Bruder Kris, kendala dilapangan lebih terkait dg biaya transportasi menuju sungkung. Karena jalan darat msh berupa badan jalan sampai di Suruh tembawang kemudian menggunakan motor air dari Suruh tmebawang ke Sungkung dngan menelan waktu 3 jam apabila kita melewati entikong. Jika melewati jalur Siding maka hanya sampai di Tapot setelah itu dilanjutkan dg jalan kami kurang lebih 4 jam untuk ke lokasi.

Sebagai salah satu perangkat pastoral Keuskupan yang berperan aktif mengembangkan pelayanan sosial dan kemanusiaan, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak (PSE-KAP) bergerak cepat menanggapi kejadian yang menimpa warga Desa Sungkung akibat bencana tanah longsor, Kamis (31/1/2019) lalu.

Redaksi Komsos KAP – Informasi dan foto : Tim Volunter KAP

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak