Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

“Inilah AKu, Utuslah Aku” : Pelantikan DPP dan Pro-diakon Paroki Bunda Maria Jeruju Pontianak

Misa hari Minggu (10/2/2019) di Gereja Paroki Bunda Maria Jeruju Pontianak tidak seperti biasanya, usai homili, Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus konselebrasi dengan Pastor Paulus Pio, SVD dan Pastor Elenterius Bon, SVD, adakan prosesi pelantikan DPP dan Prodiakon untuk periode tiga tahun ke depan.

Pengurus DPP yang akan dilantik

Dalam kata pembukaan, Uskup Agus mengatakan, kesadaran apa yang perlu dimiliki seorang hamba Tuhan agar pelayanannya berkenan kepada Tuhan? Yaitu kesadaran akan siapa dirinya dan siapa Tuhan yang dia layani.

Menurut Uskup Agus, hamba Tuhan hanya mungkin menjalankan pelayanannya dengan efektif kalau ia memelihara persekutuan yang intim dengan Tuhan. Hanya lewat cara itulah, ia menjaga kekudusan diri dan menjaga keseriusan pemberitaan firman Tuhan, tanpa sedikit pun dan sekali pun berkompromi dengan tujuan untuk menyenangkan manusia semata.

Pelantikan DPP

Uskup Agus mengatakan pengangkatan DPP demi kepentingan pelayanan umat di Paroki.

Kata Uskup Agus, Dewan Pastoral Paroki (DPP) membantu Pastor Paroki dalam melaksanakan reksa pastoral sekaligus juga untuk mengembangkan kegiatan pastoral paroki. Tugas ini merupakan bagian dari partisipasi umat.

“Mohon restu, doa, dukungan dan kerjasama seluruh umat agar selama masa jabatan ini betul-betul dapat maksimal menjalankan tugas dan tanggungjawab untuk pengabdian kepada Gereja. Dan terimakasih karena telah memberi kepercayaan kepada kami sebagai pengurus yang baru,” demikian ungkap Maran mewakili DPP.

Uskup Agus memberkati Para Pengurus DPP

Kata Maran, ada banyak hal yang perlu dan harus dibenahi di Paroki kita, maka harapannya semua orang yang telah terpilih untuk menjabat sebagai pengurus dapat menjadi penggerak seluruh umat agar umat dapat terlibat penuh dan aktif dalam kehidupan menggereja.

“Jadi, yang bekerja adalah seluruh umat, bukan hanya pengurus yang baru dilantik ini. Segala sesuatu yang kita buat, kita kerjakan semuanya mengarah pada visi dan misi paroki yang sejalan dengan visi dan misi Keuskupan Agung Pontiank,” ujar Maran.

Pelantikan Prodiakon

Sebanyak 17 orang umat yang dilantik menjadi Prodiakon. Mereka merupakan perwakilan dari hampir semua lingkungan yang ada di Paroki Bunda Maria Jeruju.

Dalam amanatnya, Uskup Agus menggaris bawahi tugas dan tanggung jawab Prodiakon yaitu membantu Pastor paroki.

Kata Uskup Agus, Prodiakon tidak termasuk dalam golongan tertahbis, melainkan awam biasa yang dipercayakan untuk menjalankan tugas guna meringankan dalam hal yang boleh dilimpahkan kepada mereka menurut hukum Gereja.

Anggota Prodiakon yang dilantik

“Prodiakon dapat melakukan karya pelayanan tidak lazim (luar biasa) berdasarkan instruksi dari Pastor Paroki,” ujar Uskup Agus.

Setelah pembacaan Surat Pengangkatan, dilanjutkan dengan pengalungan Samir yang sudah diberkati sebelumnya, dengan demikian mereka secara resmi mengemban tugas sebagai Pengurus dan Anggota Prodiakon Paroki Bunda Maria Jeruju, selama 3 tahun terhitung mulai tanggal 26 Januari 2019.

Koor dari OMK Bunda Maria Jeruju

“Menjadi pelayan adalah kesempatan yang diperoleh karena rahmat Tuhan. Tuhan sendirilah yang berkenan memilih saya untuk menjadi pelayan, walau secara sadar sesungguhnya saya tidak mampu dan tidak pantas,” ujar Yuliana salah satu prodiakon yang dilantik.

Umat yang hadir dalam Misa

Yuliana mengatakan, bila Tuhan sudah berkenan, tidak ada alasan  menolak undangan-Nya untuk terlibat dalam karya penyelematan-Nya.

“Tugas saya adalah berusaha menjadi pelayan yang setia dan bertanggungjawab demi kemuliaan nama-Nya,” tandasnya.

Pastor Elenterius Bon, SVD saat membagikan komuni ke umat

Usai Misa, ada sesi foto bersama, dilanjutkan dengan ramah-ramah bersama seluruh anggota DPP, Prodiakon, misdinar, anggota koor, dan sebagian dari umat yang menjadi perwakilan.

PM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *