Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Tim Volunteer Keuskupan Agung Pontianak Adakan Aksi Peduli Sungkung

Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Medeng Desa Sungkung II Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang Tim Volunteer dari Keuskupan Agung Pontianak melakukan aksi kemanusiaan yang di koordinir oleh Komisi PSE/Caritas dan Komisi kepemudaan (Komkep)

Tim Volunteer menuju lokasi

Aksi ini didukung penuh oleh Keuskupan Agung Pontianak. Bertolak dari Pontianak menuju Entikong tim volunteer menggunakan lima mobil karena harus mengangkut logistik berupa sumbangan dari para donatur. Pontianak menuju Entikong sekitar lima jam, tim volunteer tidak langsung menuju lokasi bencana longsor dikarenakan perjalanan masih panjang.

Tim Volunteer tiba di lokasi

Esok harinya tim volunteer bertolak dari Entikong menuju Desa Sungkung dengan menggunakan mobil. Sekitar dua jam perjalanan menuju Suruh Tembawang lalu tim harus berjalan kaki menuju sampan sekitar 30 menit.

Dari Suruh Tembawang menggunakan sampan dengan mesin berkekuatn 15 Pk melalui jeram-jeram yang deras dengan menelan waktu 4 jam disertai hujan

Menyiapkan bantuan yang akan disalurkan

Penanggung jawab utama Bruder Kris Tampajara, MTB mengatakan bahwa  Tim Volunteer Keuskupan Agung Pontianak telah melakukan aksi peduli Sungkung untuk membantu para korbam yang terkena musibah longsor.

“Adapun aksi awal ini kita hanya membawa logistik berupa sambako dan pakaian layak pakai yang dikumpulkan oleh umat,”ujarnya.

Bruder Kris menambahkan Tim bersama dengan masyarakat dapat berkerja sama dalam membangun kembali perumahan warga yang terkena bencana.

“Tentu kami berharap pihak pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi sesegara mungkin melakukan relokasi terhadap warga yang mengalami bencana langsung berjumlah 12 rumah” ungkapnya

Pastor Yosep Maswardi, Pr (Komkep KAP) berdiskusi dengan warga

Kegiatan yang dilakukan berupa pengobatan gratis, melakukan pendataan dan survei terkait rencana-rencana tindak lanjut berkaitan dengan bagaimana masyarakat melakukan adaptasi terhadap tempat yang baru, melakukan assesment dengan melihat secara langsung beberapa kondisi yang memiliki resiko bencana di area pemukiman masyarakat dan juga membuka ruang diskusi dengan masyarakat untuk kunjungan ke dua nantinya.

Bruder Kris Tampajara, MTB dalam diskusi dengan warga

Deny sebagai koordinator lapangan mengatakan Informasi awal kami terima kejadian nya terjadi pada tanggal 31 Januari jam 9 malam, kondisi yang kami terima setelah turun langsung ke lapangan melalui kepala desa, kepala dusun dan tokoh-tokoh setempat dalam diskusi bersama yang di hadiri oleh 82 orang ialah kejadian longsor seperti ini baru kali pertama ini terjadi , dan terjadi di banyak titik , selain rumah yang rusak parah, banyak ladang dan kebun warga juga yang longsor

“Satu dusun juga saat ini masih tidak ada penerangan (dusun Kadok) karena turbin pembangkit listriknya tertimpa tanah dan hanyut, beberapa akses jalan juga terputus, satu-satunya jalur paling efektif adalah melewati Sungai Sekayam , yang biaya operasionalnya tinggi,” jelas Deny.

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada ketua umat dan kepala desa

Deny mengatakan, itu merupakan masalah utama juga bantuan banyak yang masih tersangkut di Entikong dan belum sampai ke lokasi bencana.

Misa yang dipimpin Pastor Yosep Maswardi, Pr

“Kerugian yang di paparkan di media juga belum detail, karena masih coba di hitung oleh pihak desa, sementara begitu perkembangannya” pungkasnya

Pengobatan gratis kepada warga

Kunjungan pertama ini dilakukan dari mulai tanggal 5 sampai 8 Februari 2019. Tim Volunteer yang tergabung terdiri dari OMK Paroki Sungai Pinyuh, Mahasiwa Untan, Perawat, Bidan, Pers, Komsos KAP, Komkep, PSE, dan komunitas pemuda yang peduli dengan Sungkung.

Tri Urada – Tim Komsos KAP yang ikut turun ke lapangan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak