Mon. Nov 18th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Sejarah; Kongsi Lan-Fong Mandor Kalimantan Barat

Dokumen Cina Berdasarkan Daftar Kepala Kongsi

Ilustrasi seragam orang Cina di Kalimantan Barat dahulu. Dokumen Foto ini adalah dokumen foto dari arsip sejarah dan catatan orang Belanda yang datang ke Kalimantan Barat selaras dengan Jaman VOC .

Artikel ini merupakan artikel yang ditulis berdasarkan catatan sejarah Dr. JJ.M. De Groot dan J.W. Young berdasarkan (Lioe Thoi ni ‘Kapthai 1823-1837) kemudian diterjemahkan oleh Almarhum Pastor Yeri, OFMCap.

Masyarkat Kalimantan Barat tentu harus berbangga akan keberagaman yang sekarang boleh kita lihat dan rasakan. Ternyata begitu banyak catatan dan dokumen sejarah yang jarang orang ketahui tentang Kalimantan Barat terlebih orang-orang keturunan Tiongkok yang telah datang ratusan tahun lalu.

Berdasarkan catatan penerjemah (P. Yeri, OFMCap) sebelum abad ini, hasil terbaik dari kebijakan kolonial tercapai, yaitu penetapan kekuasaan Belanda atas sekitar duapuluhan kerajaan Melayu Bagian Barat Borneo hampir tanpa pertumpahan darah.

Satu bagian besar wilayah ini sudah bertahun-tahun dibanjiri oleh orang-orang Cina. Demikian juga diketahui, bahwa para Imigran yang rajin ini menempati tempat yang baru, dan mendirikan republik, terutama di daerah kerajaan Sambas, Membawah, Landak dan Pontianak atau saat itu disebut dengan distrik-distrik Cina di bagian utara- barat Residensi.

Dari republik-republik atau kongsi-kongsi hanya dari Lanfongdi daerah Mandor dapat bertahan sesudah perang-perang berdarah 1854, diakhiri dengan pemerintahan yang berdaulat orang Cina- Borneo.

Dokumen-dokumen Cina dimulai dengan satu daftar kronologis kepala-kepala kongsi, dengan satu gambaran penuh seperti cara Cina yang benar, setiap tahun dari republik Lanfong. Berikut darftarnya:

1. Thaiko Lo Fong-phak; memerintah dari 1777 sampai meninggal di tahun 1795

2. Thaiko Kong Meeuw -pak, dari 1795 sampai keberangkatan ke Cina, tahun 1799.

3. Thaiko Khiet Si-pak, dari tahun 1799 sampai meninggal di tahun 1803.

4. Thaiko Kong Meeuw – pak, untuk dua kalinya, dari tahun 1803 sampai meninggal 1811.

5. Thaiko Sung Tshap-pak, dari 1811 sampai meninggal 1823.

6. Kapthai Lio Thoi-ni, dari 1823 sampai meninggal 1837.

7. Kapthai Ku Liuk, dari 1837 sampai 1842, waktu diminta berhenti dan berangkat ke Cina.

8. Kapthai Tshia Akwi-fong, dari 1842 sampai meninggal di tahun berikut.

9. Kapthai Yep Thin-fui, dari 1843 sampai 1845.

10. Kapthai Liu Kon-syien, dari 1845 sampai 1848.

11. Kapthau Liu Liong-kwon, dari 1876 sampai meninggal 1880.

12. Kapthai Liu A-sinm untuk dua kalinya, dari 1880 sampai meninggal di bulan September 1884.

Bersambung…….(Semz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak