Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

“Damai Sejahtera Bagi Kamu,” Paskah Bersama Ordo Fransiskan Sekular (OFS)

Suasana Misa Paskah Bersama di Biara San Lorenzo jalan 28 Oktober Siantan yang dipimpin oleh P. Paulus Toni OFMCap dan P. Astono Aji OFMCap

Masih dalam perayaan yang sama, setelah satu Minggu merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang dimana dalam Gereja Katolik yaitu ditandai dengan hari Paskah (Kebangkitan Isa Almasih/ Yesus Kristus). Tepat pada tanggal 28 April 2019 Ordo Fransiskan Sekular Legio Kalimantan Barat telah merayakan Paskah bersama yang diikuti sebanyak 40-an anggota OFS dan ditambah dengan mereka anggota OFS yang membawa keluarganya pada perayaan Paskah bersama minggu itu.

Dalam perayaan Paskah bersama kala itu juga dihadiri beberapa kongregasi lain juga antara lain, Bruder  Maria Tak Bernoda (MTB), Suster SFIC, Suster SFD, Bruder OFMCap (Kapusin), Frater OFMCap, dan Imam OFMCap, dan acara tersebut dirayakan di Biara Kapusin Pontianak yaitu Biara San Lorenzo di Jalan 28 Oktober Siantan, (28 April 2019).

Para perayaan paskah bersama OFS ini, misa dipimpin oleh P. Paulus Toni, OFMCap yang akrab disapa Pastor Toni dan P. Astono Aji, OFMCap yang sering disapa Pastor Aji. Misa dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai selesai.

Dalam homili Pastor Aji, OFMCap mengatakan bahwa dalam satu persaudaraan yang paling utama adalah kebersaamaan yang menjadi inspirasi untuk semua orang.

Suasana Foto Bersama dalam momen Paskah Bersama Ordo Fransiskan Sekular Legio Kalimantan Barat

“Saudara-saudari Fransiskan-Fransiskanes, Peristiwa Paskah merupakan Cikal bakal dan inti dari perayaan Ekaristi yang kita rayakan. Kenyataan ini digarisbawahi dengan jelas oleh DUA bacaan pada hari ini. Bacaan pertama menyebutkan “himpunan orang-orang yang mengimani Yesus itu sehati-sejiwa. Mereka berkumpul di serambi salomon dalam persekutuan yang erat. Makin hari, makin bertambahlah orang yang percaya dengan Tuhan. Banyak orang sakit dibawa kepada mereka dan disembuhkan,” katanya.

“Sementara itu bacaan Injil juga mencatat hal yang senada. “Pada hari minggu Paskah murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah. Yesus datang ditengah-tengah mereka. Dan Yesus menyapa mereka: damai sejahtera bagi kamu.”

Minister Legio Kalimantan, Sdr. Herman Yosef Anem, OFS

Menjadi jelas bagi kita bahwa kedua bacaan hari ini berbicara tentang perhimpunan para murid. Dan dalam perhimpunan itu mereka mengalami Tuhan yang hadri. Kehadiran Tuhan Yesus ini mendesak mereka untuk menjalin tali kasih, bersama orang lain. Inilah inti dari Pernyataan Ekaristi yang juga merupakan sukacita paskah.bahwa Kristus tidak mati, tetapi ia hidup dan sungguh hadir di tengah-tangah kita. Kehadiran-Nya juga mengundang kita untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan, dalam Fransiskan-fransiskanes,” ujarnya.

Suasana saat Makan bersama dalam momen Paskah bersama OFS Legio Kalimantan

“Saudara-saudari, Setelah mendengar bahwa Yesus telah bangkit, timbulah ketidakpercayaan diantara para murid Yesus. Adakah orang bangkit dari mati? Bagaimana mungkin orang yang sudah dikubur bisa hidup kembali ? Ah… semua ini omong kosong. Sama sekali tidak masuk akal. Bagi mereka paskah sungguh merupakan peristiwa yang menghebohkan, peristiwa di luar jangkauan pemikiran manusia. Omong kosong.

Kita bisa memahami ketidakpercayaan mereka bila kita tarik kembali apa sebenarnya harapan mereka yang mereka  gantungkan pada pribadi Yesus. Dari kesaksian Injil kita mengetahui bahwa pada waktu itu bangsa istrael sedang dijajah oleh bangsa Romawi. Sebagai bangsa yang tertindas dengan segala penderitaannya para muridnya tentu mengharapkan hadirnya seorang pembebas. Dalam diri mereka senantiasa berkobar ramalan para nabi tentang hadirnya seorang Mesias dan sangat berharap bahwa nubuat itu segera terpenuhi. Ketika mereka berjumpa dengan Yesus harapan mereka itu seolah menemukan jawabannya,”imbuhnya.

“Inilah dia titisan raja Daud yang akan memulihkan kebali kejayaan kerajaan Israel dahulu kala. Maka tidak heran bahwa anak-anak Zebedeus meminta tempat duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan-Nya kelak (Mrk 10:37). Atau Petrus yang menegur dan menarik Yesus ke samping ketika kepadanya diberitahukan ramalan tentang Mesias yang menderita (Mrk 8:32). Dia tidak setuju atas nubuat tentang Mesias yang menderita.

Suasana Misa dalam perayaan Paskah bersama

Berulangkali Yesus memberitahukan bahwa Anak Manusia harus menderita. Bahkan Ia akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia akan bangkit. Tetapi para murid tidak juga mengerti atau bahkan tidak mau mengerti sebab bagi mereka tidak boleh terjadi; seorang Mesias harus menderita.

Dan terjadila peristiwa Golgota yang membuat mereka Shock, yang menggoncangkan harapan mereka. Tuhan mereka dibunuh atas cara yang amat nista. Bahkan disejajarkan dengan seorang penyamun lewat hukuman salib. Betapa hancur hati mereka,”

“Punahlah sudah harapan mereka akan Mesias yang jaya. Dan di tengah suasana ketakutan dan keputusasaan itu mereka mendengar berita bahwa Yesus bangkit dari mati. Kebohongan apa apa lagi yang sedang terjadi. Para murid bimbang dan tidak lekas percaya akan berita paskah yang dibawa oleh para perempuan. Sangat menarik meperhatikan reaksi pada murid Tuhan. Petrus yang segera berlarike makamdan menemukan makam koson bertanya-tanyadalam hatinya apa yang kiranya sedang terjadi (Luk 24:12).

Dia tidak percaya bahwa Kristus telah bangkit seperti sudah dinubuatkan sebelumnya. Juga dua murid Emaus sangat skeptis atas berita Paskah. Begitu mendengar berita dari perempuan bahwa Yesus telah bangkit mereka malah segera pulang kembali ke kampung halamannya, Emaus (Luk 24:22). Mereka putus asa dan ingin kembali pada cara hidupnya yang lama. Ketidakpercayaan para murid ini memuncak dalam diri Thomas yang kita dengar kisahnya minggu ini (28 April 2019),”ujarnya.

“Ketika para murid lain memberitahu bahwa mereka melihat Tuhan, denga nada tidak percaya Thomas menjawab: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangannya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mecucukkan tangan ku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya,” (Yoh 20:25). Thomas menuntut bukti nyata. Dia meminta tanda akan kehadiran Tuhan.

Saudara-saudari Keluarga besar Fransiskan, bila kita sejajarkan kisah Thomasini kita menemukan padanannya dengan diri kita. Kalau Thomas mengalami kehadiran Tuhan, hal yang sama pun kita alami setiap kali merayakan Ekaristi.

Pose Bruder Agustinus, MTB dalam suasana Makan bersama

Dia mendengar salam dari Kristus yang bangkit “damai sejahtera bagi kamu.” Begitu juga kita mendengar salam yang sama. Benar bahwa kita tidak melihat Kristus secara fisik dan kita tidak dapat menyentuh-Nya, tetapi sungguh kita mengalami kehadiran-Nya melalui pembagian sabda dan sakramen. Bacaan-bacaan  yang kita dengar hari ini adalah sabda Tuhan sendiri dan Ekaristi yang akan kita terima adalah tubuh Kristus sendiri. Fransiskus dalam suratnya kepada pra Imam, meneguhkan kita; hanya dalam tubuh dan darah yang dikonsekrasikan oleh para Imam kita melihat tanda Yesus yang paling nyata hadir di dunia ini,”tambahnya.

“Di sisi lain patut kita renungkan bahwa kehadiran Kristus yang bangkit membawa konsekrasi bagi tugas perutusan untuk para murid. “Damai sejahtera bagi kamu. Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Tugas perutusan inijuga berlaku untuk kita. Apa tugas kita terima dari Tuhan? Pertemuan kita dengan Tuhan dalam Ekaristi yang membuahkan damai mewajibkan kita untuk lebih memperdalam relasi kita, baik dengan Tuhan maupun dengan sesama. Setiap kali merayakan Ekaristi kita berkumpul untuk merayakan sabda dan pemecahan roti. Di dalamnya kita mengalamikasih dan persaudaraan. Akan tetapi kita bukan hanya berkumpul atas dasar kesatuan hati dan perasaan, tetapi uga atas dasar keperluan hidup sebagaimana kita dengar dalam bacaan I.

Para rasul mengadakan banyak tanda dan mukjizat. Tanda kasih dari Allah yang sungguh diperlukan oleh orang pada waktu itu. Sehingga semakin banyak orang percaya dan menggabungkan diri dengan mereka. Kita dipanggil untuk berbagi kasih dan kegembiraan dengan orang lain, terutama dengan tindakan nyat meringankan beban penderitaan orang yang susah dan menderita,” katanya.

Suasana dalam ramah tamah perayaan Paskah Bersama OFS Legio Kalimantan

“Sejalan dengan misi Fransiskus Assisi kita dipanggil membawa damai kepada siapa saja. Bahkan sebagai seorang ibu amat mengasihi anak-anaknya, kita juga bagaikan ibu rohani mengasihi siapa saja, terutama mereka yang menderita dan kecil. Maka marilah kita terlebih dahulu dalam OFS (Ordo Fransiskan Sekular) ini mendahulukan untuk membawa damai satu kepada yang lain. OFS bukan sekedar pertemuan rapat, habis rapat pulang, tetapi seperti murid-murid Yesus perdana hidup sehati dan sejiwa, dalam persekutuan yang erat, demikian kita para OFS menemukan Yesus dalam persaudaraan kita yang hidup saling memperhatikan dan peduli satu terhadap yang lain.

Saling memaafkan, Minggu ini (28 April 2019) merupakan minggu Kerahiman Ilah, Yesus telah memaafkan kita, maka kita juga harus memaafkan siapa saja, pun mereka yang pernah melukai kita.

Yesus bangkit, Yesus hidup, ia tinggal dalam persaudaraan kita yang saling mengasihi, Terpujilah Tuhan kini dan sepanjang segala masa. Selamat Paskah,”pesan Pastor Aji, OFMCap dalam homilinya.

Perwakilan dari Suster SFIC yang hadir dalam perayaan Paskah Bersama OFS di Biara San Lorenzo Siantan

Dalam kesempatan yang sama, Sdr. Herman Yosef Anem, OFS (Minister Legio Kalimantan Barat) mengucapkan selamat Paskah bagi semua persaudaraan Ordo Fransiskan Sekular Se-Kalimantan. “Semoga Kasih dan Pengampunan Tuhan selalu beserta kita semua, dan menjadi berkat untuk kita semua,” ujarnya.

Usai misa, sebelum melanjutkan acara dengan santap siang bersama, momen yang berbahagia ini digunakan sekaligus merayakan acara ulang tahun bagi saudara-saudari yang berulang tahun pada bulan Maret dan April, tepat dalam perayaan itu, ada Pastor Paulus Toni, OFMCap dan Pastor Astono Aji. Dimana Pastor Toni berulang tahun yang ke 55 dan Pastor Aji berulang tahun yang ke 54.

Usai makan bersama, kemudian semua OFS dan tamu undangan diajak untuk foto bersama sebagai dokumentasi OFS dan sekaligus untuk kenangan saat acara Paskah bersama Ordo Fransiskan Sekular pada tahun 2019 di Biara San Lorenzo Jalan 28 Oktober Siantan.

– Semz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *