Memperkokoh NKRI Melalui Media Digital
“Bagaimana caranya menghadirkan wajah Kristus ditengah media sosial yang liar seperti ini?,” tanya gadis itu di seminar siang itu tertanggal 27 Mei 2019 dalam PKSN 2019

Makassar, Tanggal 27 Mei 2019, telah berlangsungnya Seminar Nasional dengan tema “Memperkokoh NKRI melalui Media Digital” yang diselenggarakan oleh kementerian Kominfo, Konfrensi Wali Gereja Indonesia dan Keuskupan Agung Makassar dalam Pekan Hari Komunikasi Nasional KWI yang ke-6 dan sekaligus merayakan hari Komunikasi Se-Dunia yang ke 53.

Seminar ini dilakasanakan di Aula Asisi – Gereja St. Fransiskus Asisi, Makassar yang dipenuhi dengan ratusan orang muda, bersama sejumlah umat, biarawati dan mahasiswa dari sejumlah universitas yang ada di Kota Makasar wilayah Keuskupan Agung Makassar.
Acara dimulai dengan registrasi sekaligus pembagian putih dari Kominfo. Kemudian acara dibuka dengan tarian Adat Bugis sebagai awal pembukaan seminar Nasional di zaman digital saat ini, (Makassar 27 Mei 2019).
Dalam sambutan awal Mgr Antonius Subianto Bunjamin (Uskup Bandung – Sekjen KWI) mengatakan bahwa; “Ditangan orang baik dan saleh, media digital menjadi media yang memberkati dan memperkokoh NKRI. Sebaliknya, ditangan orang salah dan jahat, media digital menjadi ancaman kemanusiaan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

“Perubahan mind set (pola pikar) dan hand set (pola kerja) yang terjadi pada masa ini (Revolusi Industri 4.0) ini adalah hal yang perlu disikapi dengan sangat serius. Hal ini berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 dengan segala peluang dan tantangannya perlu diikuti dan dikemas dengan revolusi mental, moral dan spiritual,” katanya.

“Tidak semua yang bisa dilakukan teknologi itu diizinkan secara moral. Jangan sampai pula teknologi mereduksi kepercayaan manusia pada Tuhan. Bangunlah persaudaraan komunitas insani melalui potensi perkembangan industri digital, “ujarnya

Memang dalam kondisi sekarang sudah tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa, dunia Komunikasi terutama berbasis digital merupakan bagian perkembangan dunia yang tidak bisa dibendung. Maka dalam kesempatan yang sama, Mgr Antonius Subianto menutup sambutanya dengan berpesan; “Media sosial ditangan yang salah dapat menjadi bom atom yg mengamcam kehidupan manusia dan kesatuan NKRI. Sebaliknya, media sosial ditangan orang benar dan saleh bisa jadi berkat dan memperkokoh NKRI. Mari kita membangun kehidupan digital yang bertujuan untuk kemanusiaan dan keutuhan NKRI,”tambahnya.-Semz_KomsosKAP