Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Kunci Rahasia Rumah Tangga

Suasana Permainan yang dibawakan oleh RP. Heribertus Hartono, MSF pasa sesi pertama

Berbicara tentang keluarga, tentu kita tidak terlepas dari apa yang disebut dengan relasi, kerjasama, saling memahami, saling mengasihi dan masih  begitu banyak refrensi dan sumber positif dalam membangun keluarga. Layaknya yang diungkapkan dalam pesan RP. Eko Wahyudi, OSC sebelum menutup sesi ketiganya, ia mengatakan bahwa “You Get When You Belive,” katanya yang sarat dengan makna.

Kalau direnungkan secara mendalam ternyata itu penuh dengan pengalaman hidup yang nyata ditengah keluarga. Hal ini dibuktikan dengan adanya saling adanya kepercayaan antara suami dan istri. Memang tidak mudah untuk membangun rumah tangga apalagi ditambah dengan perkembangan dunia digital yang semakin marak berkembang sehingga relasi secara personal sudah terabaikan dalam rumah tangga. Selaras dengan kasus ini, hari ke dua PKSN merupakan hari dimana ada acara rekoleksi Pasutri untuk keluarga-keluarga Keuskupan Agung Makassar.

Suasana Foto Bersama dengan RP. Eko Wahyudi, OSC, ada RD. Kamilus Pantus (Sekjen Komsos KWI) dan RD. Samuel Sirampun (Ketua Komsos KAMS)

Rekoleksi untuk Pasutri Katolik yang berlangsung pada hari Selasa,  28 Mei 2019, di Aula Fransiskus Assisi bersama : RP. Eko Wahyudi, OSC dan RP.  H. Hartono,  MSF. Acara Rekoleksi ini diangkat  masih dengan tema hari Komunikasi se-Dunia yaitu “KITA ADALAH SESAMA ANGGOTA (EF 4: 25)  BERAWAL DARI KOMUNIKASI JEJARING SOSIAL MENUJU KOMUNITAS INSANI.” Menurut data dari Komsos KWI bahwa acara ini dihadiri kurang lebih 600-an orang pasangan pasutri yang memenuhi Aula Assisi Paroki St. Fransiskus Assisi Keuskupan Agung Makassar.

Rekoleksi Pasutri ini diawali dengan pujian dari Panitia sambil menunggu peserta yang baru datang secara berbondong-bondong ke Aula. Dalam acara ini juga telah hadir dua narasumber yang luar biasa yaitu RP. Hibertus Hartono, MSF dengan membawakan tema “Gatget dalam keluarga: mendekat atau menjauh?

“Untuk membangun rumah tangga yang harmonis tentunya dibutuhkan seni untuk mempertahankan hubungan dan saling percaya adalah kunci untuk membina rumah tangga yang tahan lama,” tutur RP. Hiberitus Hartono, MSF.

Zaman sekarang ditambahnya perkembangan teknologi yang marak membuat anggota keluarga lupa dengan yang lain. “Hati-hati dalam bahasa media, sebab dalam media, bahasa sangat sulit untuk dipahami sebab itu hanya berbentuk tulisan tetapi tidak secara Emosional,” katanya.

Suasana Pujian dan MC yang membawakan acara serta menghibur semua peserta Pasutri yang mengikuti Rekoleksi

“Ada poin penting dari RP. H. Hartono, MSF yaitu “jurus 6 strong relationship – pertama adalah (think) artinya bahwa dalam relasi antara pasangan suami istri yang paling penting adalah berpikir dahulu sebelum berbicara. Dengan ini maka hubungan suami istri akan lebih dijaga,”katanya.

“Kemudian poin selanjutnya yaitu (talk)  alias berbicaralah dengan pasangan anda. Hanya dengan komunikasilah maka pasangan suami istri akan lebih mampu memahami satu sama lain. Selaras dengan itu, karena dengan adanya komunikasi yang baik dalam keluarga maka mempersempit ruang kesalahpahaman satu dengan yang lain,” ujarnya.

“Pada poin ke tiga yaitu (touch)  atau  sentuhan dalam sebuah hubungan itu akan mempererat kehangatan dalam relasi suami istri. Kemudian dengan adanya (time) alias waktu yang artinya sediakanlah waktu bagi pasangan mu. Sediakan untuk sharring, bercanda ataupun melakukan hal yang sederhana contohnya memeluk istri saat menonton televisi. Menyediakan waktu untuk pasangan, artinya anda sangat mencintai dia sebagai seorang pasangan,” katanya.

“Kemudian selanjutnya yaitu  (trust)  atau saling percaya dan yang terakhir adalah togetherness alias kebersamaan merupakan kunci kesuksesan untuk membina rumah tangga yang harmonis, “pungkasnya.

Usai sesi pertama kemudian dilanjutkan sesi kedua yang dibawakan oleh RP. Eko Wahyudi, OSC yang diawali sama dengan sesi pertama tadi yaitu pujian dari tim song rohani panitia. Kalau dalam sesi pertama Pastor Hartono, MSF membawa tentang kunci- kunci dalam membina rumah tangga rohani yang baik. Dalam sesi kedua ini juga tidak kalah hebohnya dengan gaya unik dari RP. Eko Wahyudi, OSC dengan tema untuk sesi ke dua adalah “Aku dan Kau Berjalan Bersama di Era Digital” yang dibagi menjadi dua sesi berhubung dengan materi yang disampaikan oleh Pastor.

Gaya cerita khas Romo Eko yang cerdas dan unik membuat semua perut peserta serasa ‘digelitik’ yang berakibat semua peserta mengikuti dengan antusias. “Perkawinan adalah sebuah panggilan dan berkat, ” Kata Romo Eko.

“Dalam pasangan yang paling utama bukanlah semata adanya kelahiran anak, melainkan saling mensejahterakan. Begitu juga dalam pasangan suami istri jika saling memahami satu sama lain, maka ia harus tahu apa yang saling menyenangkan untuk satu sama lain, ” katanya.

“You get when you believe,” Ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Romo Eko sharring tentang kekagumannya dengan orang yang tidak menikah. Namun berjalannya waktu, ia kemudian berbalik mengagumi orang yang bertahan lama pada janji pernikahannya. “Dulu saya kagum dengan orang yang tidak menikah, tapi sekrang saya sekarang kagum dengan isteri yang bertahan sekian tahun,” jelasnya.

“Ada campur tangan Tuhan dalam perkawinan akan menguatkan pasangan itu. Anugrah dari Tuhan tidak pernah dicabut oleh Tuhan,  hanya masalahnya apakah kita memelihara anugrah itu,” pungkas Romo Eko.

Peserta Rekoleksi Pasutri yang ikut dalam kegiatan ini

Rangkaian rekoleksi ini pun ditutup dengan mendoakan bagi seluruh pasutri agar semakin setia dalam hidup rumah tangganya. Romo Eko dan Romo Samuel memerciki semua pasangan dan sambil diiringi dengan pujian syukur sekaligus menutup rangkaian rekoleksi Pasutri dalam PKSN 2019 di Keuskupan Agung Makassar.

Sebagai peserta pasutri yang mengikuti seminar ini, Ibu Melda selama 22 tahun pernikahannya sungguh mendapat pencerahan baru. “Saya merasa apa yang dijelaskan oleh narasumber tadi merupakan pengalaman yang memang terjadi sehari-hari. Semua pernah saya alami bersama pasangan. Dengan adanya seminar ini, jujur saya merasa dikuatkan dan disegarkan kembali sebagai pasangan dalam keluarga. Karena dalam hubungan suami dan isteri yang paling penting adalah bagaimana membangun relasi terutama relasi hidup rohani yang baik,”ujarnya. –Semz_KomsosKAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak