Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Heboh Penyambutan PKSN-6 oleh Umat Toraja

Foto bersama sebelum sambutan pembukaan PKSN ke 6 di Tanah Toraja

Pagi-pagi usai misa bersama di ruang rapat Hotel Avira (tempat penginapan) lantai bawah kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Tanah Toraja. Jadwal keberangkatan yang berangkat dari Makassar menuju ke Toraja dimulai pada pukul 06.30 pagi. Dalam kondisi masih ‘sempoyongan’ kamipun berangkat menggunakan bus dan beberapa mobil lain yang ikut saat itu ( Rabu 29 Mei 2019).

Dalam perjalanan menuju tanah Toraja sendiri, memakan waktu kurang lebih 8 jam normalnya. Hanya dengan dua kali singgah ditengah jalan, sehingga sampai di kota Makale persis depan gedung DPRD Kab. Tana Tojara sudah pukul 15.00 sore saat itu.

Menarik dari sambutaan anak-anak toraja, semua berbaris seperti sebuah lorong dengan sambutan pukulan bunyi bambu yang dipegang oleh kelompok 12 anak laki-laki yang mengenakan baju berbawa kuning dan merah. Disusul dengan oleh 24 gadis cilik yang menari-nari dengan suara khas seraya melagukan lagu “Diufuk Langit Nan Merah,” yang menerima kami dengan gaya dan ciri khasnya.

Rumah Tongkonan Adat Tanah Toraja

Disisi lain, tabuhan meriah dari Drum Band menghiasi warna kemeriahan yang luar biasa. Usai semua para Imam mengganti Jubah mereka. Kemudian para imam ketua komisi bersama Tim Komsos Perwakilan setiap Keuskupan juga melakukan perjalanan perarakan yang dipandu oleh kelompok cilik dari drum band itu.

Kira-kira 25 menit lamanya perjalanan menuju ke pusat Paroki yang menjadi pusat kegiatan PKSN-6, selanjutnya rombongan komsos diterima meriah layaknya menerima tamu mulia dan istimewa. Dimana setiap anggota komsos diberikan selendang dan topi khas yang dikenakan pada kepala imam sebagai tanda penerimaan umat Toraja kepada tamu undangan yang istimewa.

Proses Penyambutan dengan tarian

“Dalam penerimaan ini, Tim Komsos Se-Indonesia diterima dengan tata cara seperti ini. Artinya kami menyambut kalian layaknya menerima tamu bangsawan,”kata Sang Pemangku Adat Toraja.

Dalam acara itu, dikemas dengan suguhan minuman kopi khas dan makanan khas dari Tojara. Sambil menyaksikan tarian tradisional persembahan orang muda Katolik, Tarian Mak Lambuk (begitulah kira-kira ejaannya), musik bambu dan Suling yang menunjukkan budaya dan merupakan kearifan lokal serta kekayaan rohani di Paroki Santa Perawan Maria Makale.

Suasana Penyambutan yang diarak dari jalan raya

Dalam sambutan panitia Lokal Romo Albert Antonius Arina mengatakan; “selamat datang para undangan istimewa ini. Sambutan ini adalah sambutan khas dari orang Toraja. Biasanya ini dilakukan untuk menyambut tamu-tamu besar dan hari ini tamu PKSN ke 6 adalah tamu yang istimewa datang di Tanah Toraja,”imbuhnya.

“Karena Toraja adalah sesuatu yang khas maka tema yang diangkat oleh panita Lokal hari ini dengan menggabungkan tiga unsur pokok yaitu Nasional dan bertepat pada hari kelahiran Pancasila, Budaya sebagai tanda kearifan lokal dan Media Sosial yang sebagai alat untuk mewartakan karya-karya Pastoral dan mewartakan Injil,”tambahnya.

Usai sambutan, semua tamu undangan kemudian diarahakan untuk makan malam bersama sekaligus pembagian lokasi-lokasi penginapan seperti live in yang setiap tamu akan dibawa ke rumah penginapan secara terpisah. Penyambutan yang dikemas dan pendekatan layaknya seperti seorang anak yang baru datang dari negeri lain. – Semz_KomsosKAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak