Thu. Sep 19th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Stasi Santo Petrus Mempawah Berubah Status Menjadi Quasi Paroki

Program Keuskupan Agung Pontianak terkait pemekaran paroki masih terus akan dilanjutkan. Uskup Agustinus Agus dalam beberapa kesempatan kunjungan pastoralnya ke paroki dan stasi menegaskan masih ada beberapa paroki yang akan dimekarkan mengingat jumlah stasi yang dilayani terlalu banyak dan juga wilayah pelayanannya yang luas.

Pengurus Umat membacakan Surat Keputusan (SK) perubahan status Stasi Santo Petrus Mempawah menjadi Quasi Paroki dalam rangkaian misa, Minggu (2/6/2019)

Sejak dikukuhkan sebagai Uskup Agung Pontianak, 28 Agustus 2014 lalu, Uskup Agustinus Agus sudah memekarkan tiga paroki baru, yaitu : Paroki Santo Yusuf Karangan (pemekaran dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin), Paroki Santo Mikael Jagoi Babang (pemekaran dari Paroki Sanggau Ledo), Paroki Mater Dolorosa Jelimpo (pemekaran dari Paroki Salib Suci Ngabang).

Sampai saat ini, Keuskupan Agung Pontianak memiliki 29 Paroki yang tersebar di dua kota dan lima kabupaten, yaitu : kabupaten Landak, kabupaten Bengkayang, kabupaten Sambas, kabupaten Mempawah, kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, dan Kota Madya Pontianak.

Umat Stasi Santo Petrus Mempawah yang hadir dalam misa

Menurut Uskup Agus, beberapa tahun ke depan masih akan dimekarkan, yaitu : kabupaten Mempawah, kecamatan Ledo, kecamatan Mandor, dan kecamatan Monterado.

“Namun untuk pemekaran ini, kita butuh tambahan tenaga imam yang akan melayani. Oleh karena itu, tentu prosesnya akan memakan waktu agak lama. Saat ini, Keuskupan Agung Pontianak masih kekurangan tenaga imam untuk melayani umat di kampung-kampung,” tandas Uskup Agus.

Umat Stasi Santo Petrus Mempawah yang hadir dalam misa

Terkait dengan proses pemekaran itu, Minggu 2 Juni 2019 lalu, Uskup Agus telah mengumumkan secara resmi bahwa Stasi Santo Petrus Mempawah ditingkatkan statusnya menjadi Quasi Paroki (persiapan menjadi sebuah paroki).  Di Stasi ini telah didirikan rumah pastor dan sudah memiliki gereja yang cukup refresentatif untuk kegiatan ibadah serta sebuah aula untuk kegiatan umat. Ada sekitar 16 stasi yang akan dilayani oleh Quasi Paroki Santo Petrus Mempawah.

Surat Keputusan (SK) perubahan status dibacakan dalam rangkaian misa yang pimpin langsung oleh Uskup Agustinus Agus dan dihadiri oleh Pastor Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh (RD. Gregorius Rahmadi), RD. Anton Silvinus (Pastor yang ditunjuk untuk persiapan paroki) serta segenap umat Stasi Santo Petrus Mempawah.

Misdinar yang melayani dalam misa berfoto bersama Uskup Agustinus Agus

Uskup Agus berpesan, umat diharapkan tidak hanya mengejar status administratif, tapi perlu mengedepankan kemandirian iman. 

Dikatakan Uskup Agus, mulai saat ini sudah boleh dipersiapkan untuk pembentukan dewan paroki dan penetapan wilayah pastoral dan yang paling penting adalah pembekalan umat perihal kehidupan berparoki.

Uskup Agustinus Agus saat memberkati dan meresmikan rumah pastor Stasi Santo Petrus Mempawah pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu

Perihal administratif memang penting. Tapi disamping itu, jauh lebih penting adalah mengupayakan kematangan iman umat untuk secara mandiri mengelola persekutuan umat, membangun paguyuban umat Allah. Perubahan status dari stasi menjadi paroki menjadi titik awal untuk menata langkah secara mandiri sebagai persekutuan umat Allah yang hadir bagi Gereja, serta bagi masyarakat.

PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak