Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Pastor Barces CP: DPP adalah Orang Pilihan Yang Dipanggil Untuk Membawa Orang Lain Kepada Keselamatan

Pastor Pius Barces CP menilai kehadiran Dewan Pastoral Paroki (DPP) di paroki-paroki sangat penting untuk membantu pastor dalam menggembalakan umat dan aktif terlibat untuk pembangunan hidup mengereja terutama persekutuan sebagai umat Allah.

Hal itu terungkapkan saat Tim Komsos KAP menyambangi ruangan Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, Selasa (11/6/2019). Di sela-sela kesibukan menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Keuskupan, Pastor Pius Barces CP memberikan waktu kepada tim untuk berbincang-bincang seputar Dewan Pastoral Paroki.

Pastor Pius Barces CP saat memberikan Pembekalan kepada anggota Dewan Pastoral Paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang, 30 Mei – 2 Juni 2019 lalu

Seperti diketahui, Pastor Pius Barces CP, dipercayakan oleh Keuskupan menjadi salah satu narasumber  yang sangat berkompeten untuk memberikan pembekalan bagi umat yang akan dilantik menjadi anggota Dewan Pastoral Paroki.

Pembekalan yang terbaru diberikannya untuk anggota Dewan Pastorral Paroki  Santo Fransiskus Asisi Singkawang Periode 2019-2022, pada tanggal 30 Mei 2019 sampai 2 Juni 2019.

Menurut Pastor Barces, di Keuskupan Agung Pontianak sejak diterbitkan Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki (PDDPP) menekankan pentingnya peran aktif DPP di paroki-paroki. Pembekalan-pembekalan selalu diberikan oleh Tim Keuskupan sebagai arah dasar Keuskupan Agung Pontianak yang sudah digariskan menjadi arah bersama.

Pastor Pius Barces CP dan Pastor Stepanus Gatot Purtomo, OFMCap (Pastor Paroki Singkawang)

Kata Pastor Barces, pembekalan penting dilakukan untuk memberi gambaran kepada calon pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), termasuk pastornya. Dalam pembekalan para peserta disegarkan kembali pemahaman tentang apa itu paroki, siapa itu pastor paroki, siapa pastor vikaris parokial (pastor rekan), apa arti Dewan Pastoral Paroki (DPP), dan terakhir tentunya pemahaman akan Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki.

Tujuannya, lanjut Pastor Barces, supaya umat yang akan ambil bagian dalam karya pastoral memahami betul tugas dan wewenang mereka masing-masing.

Pastor Barces mengatakan, Pedoman Dasar Dewan Pastoral Paroki merupakan penjabaran dari visi dan misi Keuskupan Agung Pontianak. Jadi seluruh gerak langkah umat, mulai dari lingkungan, stasi, wilayah, paroki dan dekanat disatukan untuk mencapai visi dan misi dari keuskupan.

Pastor Barces mengakui, memang pembekalan saja tidak cukup, mesti ditindaklanjuti. Bukan hanya dievaluasi saja, tetapi didatangi lagi umatnya. Sehingga dengan demikian dapat diketahui mana program yang sudah berjalan dan mana program yang tidak berjalan. Apa kendalanya.

Pastor Pius Barces CP

“Maklumlah inikan karya sosial dan ini karya pastoral. Maka dalam setiap pembekalan saya selalu mengawali dengan mengatakan : kita ini orang pilihan. Orang yang dipanggil untuk membawa orang lain kepada keselamatan. Ini tugas mulia. Jadi menjadi anggota Dewan Pastoral Paroki bukan sekedar masuk dalam organisasi Gereja, tapi membawa orang lain sampai ke tujuan akhir yatiu keselamatan,” tambah Pastor Barces.

Secara gamblang, ujar Pastro Barces, tugas para anggota Dewan Pastoral Paroki adalah bersama pastor ikut serta dalam menggembalakan umat beriman. Maka sifatnya konsultatif, partisipatif, transpormatif.

Bersama pastor, lanjut Pastor Barces menjelaskan, anggota Dewan Pastoral Paroki diajak untuk terlibat aktif membimbing atau menggembalakan umat untuk lima tugas Gereja, yaitu: menghidupkan peribadatan yang menguduskan (Liturgia)mengembangkan pewartaan Kabar Gembira (Kerygma), menghadirkan dan membangun persekutuan (Koinonia), memajukan karya cinta kasih/pelayanan (Diakonia) dan memberi kesaksian sebagai murid-murid Tuhan Yesus Kristus (Martyria).

Dasarnya adalah tiga misi keselamatan Kristus, tambah Pastor Barces. Tiga misi itu, yaitu menjadi imam, nabi, dan raja. Menjadi tugas semua orang yang telah dibaptis juga mengemban tiga misi ini, yaitu: sebagai nabi, imam, dan raja.

Pastor Barces mengatakan, seandainya dalam tugas pelayanan ini terjadi perselihan atau konflik diantara pengurus, maka Pastor Paroki yang adalah Ketua Umum dan Gembala umat di paroki harus tampil  sebagai mediatornya.

Menurutnya, konflik, itu adalah wajar karena konflik adalah bagian dari hidup. Ciri khas orang Katolik dalam menyikapi konflik adalah selalu berusaha untuk dapat menyelesaikan masalah atau konflik tersebut, bukan menghindari atau melarikan diri dari masalah. Komunikasi menjadi kata kunci dalam hal ini untuk menyelesaikannya.

Jika masalah itu timbul dari Pastor Paroki, lanjutnya, maka ada Sang Gembala Agung, yaitu : Uskup. Tetapi ini sangat luar biasa, kalau ini sampai terjadi.

Anggota Dewan Pastoral Paroki Simgkawang yang ikut dalam pembekalan

“Maka, saya selalu mengingatkan, bahwa benar dalam menjalankan tugas pelayanan, kita membawa kemanusiaan kita, tetapi rahmat Tuhan lebih besar. Jadi, jangan lupa kita harus selalu menyadari bahwa kita bekerja bersama rahmat Tuhan,” tandas Pastor Barces.

Kata Pastor Barces, kita semua manusia yang lemah, terbatas, membawa luka-luka batin kita, tentu akan ada persinggungan dalam tugas pelayanan kita.

“Tapi, saya meyakini betul, rahmat Tuhan selalu lebih besar dari itu semua. Kalau setiap orang selalu mau membuka diri, rahmat Tuhan akan berkerja di dalam dirinya,” pungkas Pastor Barces mengakhiri bincangnya dengan Tim Komsos KAP.

PM – Kredit Photo Cinda Singkawang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak