Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Ibadat Taize; Malam Penuh Rahmat di HOMKKAP2


Usai kegiatan, mulailah tepat pada pukul 20.00 WIB semua orang muda diajak kembali mengikuti Adorasi yang terpusat di Panggung Utama. Tadinya semangat masih menggebu-gebu kini dengan Adorasi ini semua orang muda kembali disejukkan dengan curahan Roh Kudus.


Malam itu tertanggal 10 Juli 2019, merupakan malam yang unik karena di panggung utama terpenuhi oleh lilin-lilin dan ada Sakramen Mahakudus. Malam hari Homkkap ini dihiasi dengan suasana hening ditambah dengan lagu “Datanglah Roh Kudus.” Semua orang masuk dalam keheningan yang begitu khusyuk.


Sebelum memulai doa Adorasi Taize ini- pembawa acara menjelaskan secara singkat tentang bagaimana dan apa itu Sakramen Mahakudus serta bagaimana tata cara doa dalam Adorasi Taize.

Suasana Usai Adorasi Taize


Keheningan merupakan ciri khas yang ada dalam tata cara Adorasi. Semua OMK yang masih penat dengan kegiatan hari pertama, sekaligus menjadi momentum mereka untuk melepas kepenatan hari pertama ini. Selama tiga sesi yang sudah berlalu dan setelah sesi, semua peserta kembali dibagi lagi pada masing-masing kampung untuk mengikuti permain yang sudah disediakan oleh panitia.


Dalam sepanjang misa Adorasi ini, orang muda Katolik, diantar masuk dalam keheningan Doa.


“Menyadari diri kita yang banyak kurangan dan noda dosa yang selama ini dilakukan. serahkanlah semua beban masalah yang anda alami sepenuhnya. Maka anda akan dikuatkan, percayalah bahwa Tuhan akan meringankan beban yang kalian alami. Sekarang datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus semakin dalam dan percalah kepadanya. Semua beban dan masalah yang Anda alami akan diangkat oleh-Nya,” doa pembawa Ibadat Taize.


Semua Orang muda Katolik semakin dibawa masuk dalam keheningan penyembahan kepada Sakramen Ekaristi dengan menyanyikan lagu “Sing Alleluya to the Lord.” Lagu ini dinyayikan secara berulang-ulang sampai semua orang merasa masuk dalam keadaan doa penyembahaan secara lebih mendalam.


Setelah lagu-lagu yang dilantunkan, selang waktu beberapa menit usai lagu itu, semua semua masuk dalam keadaan penyembahan dengan ‘bahasa roh’ yang muncul sebagai tanda bahwa Roh Tuhan sungguh bekerja dan masuk sebagai kedalaman Doa melalui sabda pengetahuan dari beberapa pemimpin ibadat taize.


Dalam ditengah penyembahan ada yang disebut dengan manifestasi Roh Kudus, dan terjadi pada malam itu. Puluhan orang muda Katolik yang masuk dalam manifestasi Roh Kudus. Menurut keterangan dari Frater Denis, CSE manisfestasi Roh Kudus merupakan sebuah keadaan dimana seseorang masuk lebih jauh dari kedalaman Doa dan merasakan jamahan yang luar biasa dari Tuhan. Karena lemahnya tubuh kita yang curahi oleh Roh Kudus yang bekerja, maka tubuh kita secara fisik tidak mampu untuk menahan hebatnya Kuasa Tuhan,” ujarnya.

Suasana Usai Adorasi Taize


“Dalam keadaan yang sama pula bahwa manifestasi Roh Kudus, kenapa seseorang bisa menangis, teriak histeris, bahkan bawaan pingsan? Dalam manifestasi oleh Roh Kudus, sekali lagi mereka yang mempunya luka batin, dan pribadi yang punya beban berat, tubuh mereka otomatis tidak mampu menerima dahsyatnya Kuasa ‘sentilan’ Roh Kudus yang terjadi diluar nalar manusia,” tambahnya.


Keadaan riuh itu berlangsung selama kurang lebih 30 menit lamanya. Tapi sekali lagi karena Rahmat Tuhan yang begitu besar, maka semua teratasi dengan baik.


Sebagai tanda penutupan, semua orang muda mengambil sikap berlutut untuk menerima berkat dari Tuhan dan semua peserta diajak kembali untuk melantunkan lagu latin Taize dengan judul “Magnificat” sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yesus Kristus.


Demikianlah acara malam pada hari pertama pertemuan Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak. Nantikan acara selanjutnya pada esok hari.- Semz_KomsosKAP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *