Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Orang Muda untuk menjadi “Online Missionary of God”

“Homkkap2 ini diangkat dengan tema Orang Muda,Iman, Diskresi Panggilan”


Setelah banyak teaser cuplikan video yang tersebar di medsos Instagram Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak. Akhirnya kegiatan dimulai yang akan dilaksanakan dari tanggal 9 – 12 Juli 2019. Acara terpusat di Kerohanian Karmel-Bandol.

Foto Pembukaan HOMK-KAP2 2019 di Bandol


Sore itu tertanggal 9 juli 2019 menjadi sore dengan ukiran sejarah baru lagi, karena diadakan kegiatan Hari Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak. Pembukaan yang begitu meriah dengan 20 penari yang sudah disiapkan sedari 3 bulan lalu.


Perisapan Tarian Penyambutan Ini Sekitar 2-3 Bulanan, Dengan total 20-an Penari dan dengan Jenis Tarian Sederhana untuk Penyambutan Uskup untuk Tarian perarakan nanti dilakukan oleh semua penari perempuan,” kata Sirelius Anggi.


Acara kemudian dilanjutkan dengan misa pembukaan sore sambil perarakan puluhan imam konselebran yang mendampingi Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Mgr. Pius Riana Prapdi sebagai Ketua Komisi Kepemudaan KWI dan juga adalah sebagai Uskup Ketapang.
Perarakan dibuka dengan pemotongan bambu dan pengalungan bunga di kepala oleh para penari kepada Mgr. Agus dan Mgr. Pius dengan kemasan musik tradisional.

Semangat Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak


Suasana pembukaan sore itu tepat dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan gaung lagu HOMK-KAP kurang lebih 1000-an orang muda yang ikut serta dalam kegiatan ini.
Homili pembukaan HOMK-KAP, Mgr. Pius mengatakan kepada semua orang muda untuk menjadi “Online Missionary of God” untuk menggarami kabar sukacita di dunia maya. Dalam hal yang sama ia juga mengatakan bahwa untuk menjadi orang muda Katolik yang berkualitas yang paling penting adalah menjadi pribadi yang penuh sukacita. “Karena ciri khas orang muda Katolik adalah Sukacita,”katanya.


“Ketika saya datang ke tempat ini, saya teringat dengan kisah Yesus yang berubah rupa di gunung Tabor. Ketika sampai di tempat ini saya menjumpai tiga kemah. satu kemah orang muda, satu kemah iman, dan satu kemah panggilan. dan ketika Petrus menyaksikan penampakan Yesus yang berubah rupa, lalu pada Yesus, Petrus mengatakan “ Tuhan, betapa bahagianya kami berada ditempat ini baiklah saya akan dirikan 3 tenda, satu untuk Tuhan, satu untuk musa dan satu untuk Elia,”katanya.


“Dan hari ini peristiwa itu terjadi lagi. orang-orang muda datang ke puncak bukit ini dan menjumpai tiga kemah. apakah teman-teman muda bahagia? Adakah sukacita di tempat ini? Orang yang sukacita ialah orang yang siap di utus kemana pun. ketika saya membaca tema temu homkap ini saya ingat ketika kami para uskup mengadakan kunjungan kepada paus. dan paus mengatakan kepada para uskup “ Tanda bahwa orang mengikuti kristus adalah sukacita, dan orang yang dipenuhi sukacita ia akan siap diutus oleh Tuhan,”ujarnya.

Suasana Pembukaan Penyambutan Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Ketua Komisi Kepemudaan Mgr. Pius Riana Prapdi


“Ketika kami kunjungan ke komisi hidup maka sekjen dari komisi itu mengatakan “Masa Depan Gereja Dunia ada di Gereja Asia, tumpuan harapan gereja dunia universal ada di gereja Asia dan diantara gereja asia itu ada 5 yang menjadi harapan yang paling besar menjadi imam dan berkembang sangat pesat dan lima negara itu adalah Vietnam, Korea, Filipina, India dan Indonesia. tapi cukupkah hanya urutan ke 5? Indonesia menjadi istimewa karena diantara gereja katolik berada dinegara muslim terbesar di dunia dan indonesia mendapat anugerah bonus Demografi artinya penduduk muda itu jauh lebih besar daripada jumlah penduduk usia tua dan anak-anak,” ujarnya.


Dalam sambutan yang sama, Uskup Agus berpesan kepada orang muda generasi yang ‘melek’ dengan teknologi ini untuk saling memperhatikan sesama orang muda katolik. “Hanya sesama orang muda yang bisa menegur, dan menolong orang muda lainnya. Maka yang paling utama dalam hal ini adalah saling menguatkan dalam iman gereja yang sama,” katanya.


Usai Homili dan berkat penutup, acara HOMKKAP dibuka dengan pemukulan Gong sebanyak 7 kali oleh Mgr. Pius dan pengguntingan tali baliho HOMK-KAP2 oleh Mgr. Agustinus Agus. Usai acara pembukaan selanjutnya semua orang muda diarahkan untuk kembali ke tiga kampung untuk makan malam.- Semz_KomsosKAP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak