Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Uskup Agus Pimpin Perayaan Syukur Penerimaan Jubah Biara Empat Novis Baru Suster OSA dari Kerahiman Allah

Minggu, 21 Juli 2019 merupakan hari bersejarah bukan hanya bagi para novis baru tetapi juga umat Katolik khususnya di Paroki Stella Maris Siantan Pontianak, karena baru pertama kalinya penerimaan jubah biara suster Santo Augustinus (OSA) dari Kerahiman Allah untuk keempat postulannya yang  memasuki jenjang novis dilaksanakan secara terbuka di sebuah paroki.

Empat calon novis baru dalam prosesi perarakan menuju ke dalam gereja

Penerimaan jubah biara dikemas dalam sebuah perayaan syukur misa yang dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus didampingi oleh Pastor Pastor Paroki serta beberapa imam lainnya.

Mengawali perayaan, tarian khas Dayak persembahan anak-anak SEKAMI  menghantar uskup, para pastor, misdinar, petugas liturgi serta empat postulan menuju altar perjamuan kudus. Di dalam gereja, koor gabungan dari paroki Stella Maris Siantan Pontianak menyambut dengan lagu pembukaan.

Pimpinan Umum Suster OSA, Sr. Lucia Wahyu OSA

Uskup Agus dalam kata pembukanya mengatakan, setia kepada Allah merupakan suatu panggilan bagi setiap orang. Oleh karena itu, kesetiaan menuntut adanya iman dan keterbukaan akan rahmat Allah.

“Hari ini dalam kebahagiaan penuh syukur kita berkumpul di sekitar altar ini untuk menyaksikan bersama-sama ungkapan kesetiaan dalam mencari, mengikuti dan mengabdi Allah dalam keseluruhan hidup para saudari kita yang akan menerima jubah para suster Santo Augustinus (OSA) dari Kerahiman Allah,”ujar Uskup Agus.

Koor gabungan Paroki Stella Maris Siantan Pontianak

Uskup Agus berharap, semua umat yang hadir dalam misa turut membantu perjuangan dan penyuburan panggilan hidup keempat novis baru. Mereka bukan hanya sebagai saksi-saksi, melainkan juga sebagai saluran rahmat dari Tuhan.

“Ini merupakan suatu panggilan sekaligus perutusan yang mereka pilih sendiri dalam kesadaran dan kebebasan penuh untuk mengabdi Tuhan dan sesama,” tandas Uskup Agus.

Umat, para suster, bruder dan frater yang hadir dalam misa

Perayaan syukur misa berjalan sangat khidmat. Selanjutnya, Uskup Agustinus Agus memberkati jubah dan kerudung yang akan dikenakan oleh keempat postulan untuk memasuki jenjang novis. Uskup juga melepaskan pernak-pernik yang menghiasi penampilan para postulan yang bersifat duniawi, seperti hiasan di kepala, anting-anting, dan lain-lain.

Kemudian, barulah keempat postulan mengenakan jubah biara. Kini, mereka sudah dipanggil dengan sebutan suster novis dengan nama baru. Dionisia Haumeni  menjadi Sr. Dionisia OSA, Agatha Rubiningsih Koten menjadi Sr. Yasinta OSA, Mela Maria menjadi Sr. Kresensia OSA, dan Evifania Messy menjadi Sr. Geovania OSA.

Empat calon novis baru, yaitu : Evifania Messy, Mela Maria, Agatha Rubiningsih Koten, dan Dionisia Haumeni

Selanjutnya Pimpinan Umum Suster-Suster Santo Augustinus (OSA) dari Kerahiman Allah, Sr. Lucia Wahyu OSA memberikan buku pegangan yang wajib dimiliki para suster Kongregasi Suster OSA kepada keempat suster novis baru.

Sebelum berkat penutup disampaikan beberapa kata sambutan dari ketua panitia, perwakilan orang dari keempat novis baru, perwakilan novis baru, pastor paroki, pimpinan umum suster OSA, dan Uskup Agus.

Uskup Agus berkati jubah dan kerudung yang akan digunakan para novis baru suster OSA

Ketua Panitia, Silvinus Sution berharap perayaan ini dapat berdampak bagi umat terutama kalangan muda untuk juga memikirkan soal panggilan menjadi suster.

“Sr. Dionesia, kritingnya sudah hilang, sudah ditutup kerudung. Sr. Yasinta juga sama. Sr. Kresensia dan Geovania, Dayaknya juga sudah tidak kentara. Mereka berempat ini sudah sama, sudah tidak ada bedanya. Jangan yang sudah sama ini, kamu bedakan,” pesan Pastor Kornelius Kulikeban, MSC selaku Pastor Paroki Stella Maris Siantan Pontianak kepada keempat novis baru.

Uskup Agus melepaskan pernak-pernik perhiasan yang melekat pada calon novis

Pastor Kornelius juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada umat di Paroki Stella Maris Siantan untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait perayaan syukur penerimaan jubah biara keempat novis baru.

“Kita bersyukur, karena Tuhan telah menyapa mereka, dan mereka telah menjawab, Ya,” ujar Pastor Kornelius.

Kristianus yang mewakili orang tua dari para novis baru menyampaikan terima kasih kepada pimpinan umum dan dewan pimpinan suster OSA yang telah menerima keempat postulan menjadi suster novis OSA.

Uskup Agus memberkati empat suster novis baru OSA didampingi pimpinan umum suster OSA dan suster pembina

“Kini mereka menjadi manusia baru, dengan pakaian baru. Setelah mereka melepaskan apa yang mereka pakai selama ini dalam kehidupan duniawi. Dan sekarang mengikuti panggilan Allah. Semoga tetap teguh dalam panggilannya. Jangan mudah tergoda dengan kehidupan duniawi,” tandasnya.

Sementara Sr. Giovania OSA, mewakili para novis baru, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan umum dan dewan pimpinan suster OSA, karena telah mengabulkan permohonan mereka untuk menerima jubah biara dan melanjutkan perjalanan panggilannya sebagai novis. Dan kelak akan menjadi suster selamanya.

Sr. Lucia Wahyu OSA membagikan buku pegangan untuk para suster novis baru

“Terima kasih kepada Uskup Agustinus Agus yang telah mempersembahkan misa syukur dalam misa penerimaan jubah. Terima kasih kepada pastor paroki yang telah mengizinkan kami merayakan penerimaan jubah di paroki. Ini semua sangat menyentuh hati kami, sehingga semakin meneguhkan hati kami untuk menjadi seorang suster,” ujarnya.

Pemimpin umum suster OSA, Sr. Lucia Wahyu OSA mengatakan, penerimaan jubah biara kepada empat orang novis baru merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun misi suster OSA di Ketapang Indonesia yang puncaknya akan dirayakan pada tanggal 11 Agustus 2019 di Ketapang.

Empat suster novis baru berfoto bersama Uskup Agus, pimpinan umum dan dewan pimpinan suster OSA serta para pastor yang mendampingi Uskup dalam misa

“Selamat dan proficiat kepada keempat suster novis yang telah menerima jubah biara. Semoga dengan menerima dan memakai jubah biara, mulai hari ini Anda sekalian semakin setia membina diri dalam Kongregasi OSA dan menjalani masa pembinaan atau novisiat dengan semakin baik, “ kata Sr. Lucia.

Sr. Lucia menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga ke empat suster novis baru,  yang telah bersedia mempersembahkan putrinya kepada Tuhan.

Empat calon novis berfoto bersama Pimpinan Umum Suster OSA sebelum perayaan dimulai di aula Paroki Stella Maris Siantan

“Kami tetap memohon doa dan dukungan serta restu demi kelangsungan panggilan mereka,”harap Sr. Lucia

Terima kasih juga disampaikannya kepada Uskup, para pastor, suster, bruder frater dan umat yang hadir dalam perayaan, untuk mendukung panggilan ke empat novis baru.

“Dengan doa-doa Anda, semoga suster-suster kami mampu membangun hidup ilahi kepada komunitas dan kepada setiap orang yang mereka jumpai,” tandasnya.

Uskup Agus bernyanyi dalam acara ramah-tamah

Sr. Lucia berharap, suster OSA boleh memberi kontribusi dan warna lain bagi pelayanan pastoral di paroki dan keuskupan ini.

Sebagai informasi, karya pelayanan suster OSA di Kalbar, meliputi : wilayah Ketapang (pusat biara OSA), Pontianak, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Karya pelayanan di masing-masing wilayah bervariasi, mulai dari rumah sakit, pendidikan, asrama, dan pastoral Uskup.

Para pastor, suster, bruder, frater dan umat berjoget

Uskup Agus dalam sambutan singkatnya mengingatkan bahwa tantangan hidup membiara dewasa ini tidak ringan. Kedekatan dengan Tuhan menjadi kunci untuk bisa melaksanakan cita-cita hidup sebagai seorang suster.

“Tidak mudah menjadi seorang suster jaman millenial, dunia menawarkan hal yang sangat menggiurkan dan menyenangkan, “ ujar Uskup Agus.

Para suster OSA menunjukkan kebolehannya dalam menari

Kata Uskup Agus, hidup membiara merupakan salah satu kesaksian kepada dunia bahwa hidup kita ini tidak hanya untuk kehidupan di dunia ini saja. Memang benar, untuk membangun masyarakat, tidak harus selalu menjadi suster. Mungkin bisa menjadi buruh, guru, perawat, dokter dan lainnya sebagai. Tapi, tujuan hidup kita di dunia bukan hanya untuk membangun masyarakat. Tujuan hidup kita adalah bagaimana kita nantinya bisa kembali kepada Tuhan, Sang Pencipta, dengan harapan dapat masuk ke surga.

Anak-anak SEKAMI Paroki Stella Maris unjuk kemampuannya

“Harapan ini tentunya harus didukung dengan kita selalu memperhatikan hidup rohani kita, kita selalu ingat akan kehidupan kekal kelak,”ujar Uskup Agus.

Pastor Paroki Stella Maris Siantan, Pastor Kornelius Kulikeban MSC menunjukan kebolehannya dalam berjoget, menghibur para hadirin

Perayaan syukur penerimaan jubah biara ditutup dengan acara ramah-tamah bersama seluruh umat yang hadir. Keakraban sangat terasa, semua membaur dalam kegembiraan. Uskup Agus bernyanyi, para pastor, suster, frater, bruder, dan umat berjoget bersama, diiringi musik dari Tim Komsos KAP.

PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak