Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Pemberkatan dan Peresmian Gereja Stasi Santo Yohanes Vianney Raba

Menjalin, Kabupaten Landak Keuskupan Agung Pontianak tepat pada tanggal 3 Agustus 2019 telah diberlangsungkan acara peresmian Gereja Katolik Stasi Santo Yohanes Vianney Raba, Paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Keberangkatan dari Keuskupan Agung Pontianak menuju ke Menjalin memakan waktu kurang lebih dua jam tiga puluh menit dengan medan jalan yang sudah bagus.

Dalam istirahat siang di Paroki, Uskup Agus dengan beberapa Imam dan umat dalam pastoran mengatakan bahwa “kita ini adalah satu saudara dari keluarga Injili,”ujarnya saat istirahat siang.

Sore itu tepat pada pukul 15.00 Wib acara dimulai dengan Drum Band sebanyak 51 orang dari persekolahan Nyarumkop dan diikuti anak-anak sekolah SD.07 dari kelas 2 sampai kelas 6 SD mengikuti perarakan pembukaan.

Sesampai di depan Gereja stasi Yohanes Vianney Raba (gereja lama ) Mgr. Agustinus Agus bersama rombongan disambut dengan tarian pembukaan Dayak Kanayatn oleh Orang Muda Katolik dan tokoh masyarakat sebagai sibolis menyambut kedatangan tamu yang istimewa ke Desa mereka. Kedatangan tamu dalam sambutan tarian pembukaan dengan jamuan istimewa ini adalah sebuah tanda kebanggaan bagi umat stasi Raba.

Berdasarkan informasi yang didapat dari RD. Yustinus Andi Jatmiko sebagai rekan Pastor Paroki Menjalin terkait informasi data Statistik tahun 2019 untuk Paroki Menjalin terdapat 7 wilayah yang terdiri dari Wilayah Bengkawe ada 5 stasi dengan jumlah umat sebanyak 1.214 jiwa. Wilayah Lamoanak ada 6 stasi dengan total 1.192 jiwa. Wilayah Menjalin ada 11 stasi dengan 4.881 jiwa.

Suasana Penandatangan Prasasti oleh Mgr. Agus dan Perwakilan dari Pemerintahan Landak Bpk. Ocin, dan didampingi Pastor Paroki, RD. Hermes.

Wilayah Nyawan ada 5 stasi dengan total jumlah 1.666 jiwa. Wilayah Raba ada 7 stasi dengan total umat sebanyak 1.945 jiwa. Wilayah Sepahat ada 3 stasi dengan total umat sebanyak 943 jiwa. Dan untuk wilayah ke tujuh yaitu wilayah Tempoak, terdapat 8 stasi dengan total 1.425 jiwa.

Acara Peresmian ini laksanakan di Stasi Raba yang merupakan wilayah ke lima setelah wilayah Nyawan.

Dalam sambutan Ketua Peresmian oleh Bpk. Oktavianus mengatakan bahwa, ini merupakan sebuah sejarah baru untuk stasi Raba, karena setelah 87 tahun yang lalu berdiri, kini boleh diberkati dan diresmikan kembali Gereja baru Stasi Yohanes Vianney Raba oleh Mgr. Agustinus Agus. “Semoga peresmian dan pemberkatan ini menjadi lentera untuk umat stasi Raba dalam hidup keimanan umat,” ujarnya.

Dalam penyampaian laporan oleh ketua harian pembangunan oleh Bpk. David mengatakan bahwa luas dari pembangunan Gereja Stasi Sano Yohanes Maria Vianney sebesar 12 x 24 M dengan vertikal setinggi 20 Meter Persegi.

“Bangunan Gereja adalah tempat Ibadat, untuk menjalin relasi dengan sesama dan Tuhan. Sekaligus untuk tempat mendengarkan sabda. Oleh sebab itu dalam hal ini gereja bukanlah tempat fisik semata, melainkan tempat untuk memelihara akhlak dan moral, demi Kemuliaan Tuhan semata,” kata Pak David.

Bpk. Lesandri, SH Sebagai Sekda Provinsi Kalbar juga mengatakan hal yang sama bahwa dengan hadirnya gereja ditengah umat stasi Raba, yang sudah 87 tahun gereja Stasi Raba berdiri harus merawat dan menjaga gedung yang mewah ini. Itu perjalanan yang tidak singkat, saya dengar ini juga merupakan pusat Pastoral pelayanan pertama di Paroki Menjalin, sebelum pusat kecamatan Menjalin menjadi paroki. Maka kita berkewajiban untuk menjaga dan merawat gedung baru ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang penuh sejarah ini, ada juga perwakilan dari Bupati Landak yang dalam hal ini diwakili oleh Bpk. Ocin staff ahli dari Landak sekaligus meresmikan Gedung Gereja baru stasi St. Yohanes Maria Vianney Raba.

Suasana Penyambutan dalam menyambut Rombongan Keuskupan Agung Pontianak

“Dengan penuh sukacita, hari ini kita boleh berkumpul bersama dalam peresmian dan pemberkatan gereja di stasi Raba Paroki menjalin ini. Pembangunan gereja adalah spritual dalam menjalin kerjasama, semoga semangat umat stasi Raba dapat menjadi api sukacita besar dari surgawi. Saya mengucapkan selamat pada stasi Umat Raba, dan salam dari kami. Semoga umat dapat menjadi saksi Kristus sebagai semangat pewartwaan injil ditengah masyarakat,” ujar sambutan dari Bupati Landak yang dalam Hal ini diwakili oleh Bpk. Ocin (Bidang Kemasyarakatan Kabupaten Landak).

Setelah berbagai sambutan resmi kemudian acara dilanjutkan dengan Pemberkatan dan pemercikan air kudus oleh Uskup Agung Pontianak dan pembukaan kunci Gereja baru oleh Bpk. Blasius Mingkar.

Setelah pemercikan air kudus dan pemberkatan oleh Uskup Agus, dalam kesempatan yang sama ini Uskup berharap gedung jangan hanya gedung saja, yang paling penting adalah bagaimana menggunakan sarana bangunan ini menjadi perkembangan iman dan hidup ke masyarakatan di Stasi Raba.

“Saya sangat berharap dengan adanya gedung ini tentu bukan hanya fisik semata. Ada fisik tapi tidak ada umat juga apa gunanya. Sekarang kita sudah punya gereja baru mari kita gunakan gedung ini untuk menumbuhkan keimanan kita dan memantapkan persaudaraan dalam umat stasi,”ujarnya.

Sebagai pastor Paroki Menjalin RD. Hermes sebagai pastor Paroki mengharapkan bahwa stasi ini dapat menjadi teladan dan contoh untuk stasi lain di stasi maupun paroki lainnya.

Sebagai Putra dari Stasi Raba, RD. Alexius Alex yang sekarang adalah Pastor Paroki St. Yoseph Katedral mengatakan “memang dalam pembangunan ini sempat ada beberapa kendala, tetapi Puji Syukur bahwa berkat kerjasama umat di stasi semua bisa diatasi dan puji Syukur hari ini tertanggal 3 Agustus 2019 di Stasi Raba boleh diresmikan kembali,”katanya.

“Harapannya memang khusus stasi ini agar Iman umat semakin kuat dan dapat merawat gereja ini bersama-sama,” tambahnya.

Usai acara, selanjutnya dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan acara pentas seni dan flim pendek Profil Stasi Raba dimalam harinya.-Semz/KomsosKAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak