Sat. Nov 16th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Menebar Kasih Kerahiman Ilahi Allah

Misa Pembukaan Kongres Kerahiman Ilahi Nasional

Tanggal 11-13 Oktober 2019 ; Kongres Kerahiman Ilahi Nasional ke-3 di Keuskupan Agung Pontianak

Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB yang dimulai dengan Perarakan Parade kelompok Kerahiman Ilahi dari perwakilan masing-masing Keuskupan seluruh Indonesia. 

Rangkaian pembukaan misa ini dihiasi dengan tarian 6 cilik yang berbusana Tionghoa dan Melayu sebagai tarian pembukaan Kongres Kerahiman Ilahi Nasional,  sembari diikuti oleh kurang lebih 60-an Imam dan Mgr.  Agustinus Agus sebagai Konselebran Utama. 

Dalam kesempatan itu dihadiri pula Mgr. Anicetus Sinaga, OFMCap (Emeritus KA Medan),  Mgr. Pius Riana Prabdi (Uskup Ketapang) dan Uskup Agung Kuching Most Rev. Simon Poh Hoon Seng beserta 60an imam yang mendampingi Mgr. Agustinus Agus sebagai konselebran utama.

Suasana dalam Gereja Katedral Pontianak Keuskupan Agung Pontianak

Pembukaan Kongres Kerahiman Ilahi Nasional yang ke tiga di Keuskupan Agung Pontianak ini berjalan dengan hikmat dan lancar.

Dalam pembukaan Kongres Nasional ini, Mgr. Agus mengatakan “ Kita tidak terlepas dari hal-hal yang bersifat spritualitas. Ada orang kaya tapi dengan jawabannya semena-mena korupsi dan berakhir di dalam sel.

Mereka yang masuk dalam sel atas penjara, kebanyakan justru bukan mereka yang miskin. Tapi akibat ketidakpuasan apa yang sudah dimiliki,” ujarnya.

Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Komando Daerah Militer XII/TanjungpuraPangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad

Dalam kesempatan itu, Mgr. Agus juga menceritakan perjalanannya menuju Tapen salah satu stasi di yang ada di Paroki Bengkayang.

“Saya pernah mengunjungi sebuah stasi, nama tempatnya adalah Desa Tapen, disana ada ketua umatnya menemui saya untuk mendoakan anaknya yang sedang sakit. Kemudian setelah saya lihat, sungguh menyentuh hati- anaknya yang kedua itu, lemah dan tak berdaya.

Dengan kata lain anak itu mengalami cacat dari lahir. Di lain sisi saya salut dengan Bapak itu, dan saya yakin Tuhan menitipkan itu kepada keluarga Ketua umat itu, karena Tuhan tahu bahwa ia mampu merawat dan menjaganya,” kata Mgr. Agus.

“Apa yang mau saya sampaikan? Kadang kita sudah menerima semua kebaikan Tuhan itu, tapi kadang tidak banyak yang menyadari itu dan kembali bersyukur dengan Tuhan.

Salah satu kunci kita bahagia yaitu dengan bersyukur. Hanya dengan bersyukur hidup kita akan dilegakan,” ujarnya.

Foto bersama usai Pemukulan Gong Pembukaan Kongres Kerahiman Ilahi Nasional ke-3 di Keuskupan Agung Pontianak

Mgr. Agus juga mengucapkan selamat atas dimulainya kegiatan itu, dan Ia mendoakan supaya kegiatan Kongres Kerahiman Ilahi Nasional ke-3 di Keuskupan Agung Pontianak bejalan lancar dan sukses.

Ia berharap kedepannya, 700an peserta yang terlibat dalam Kongres Kerahiman Ilahi Nasioanal ini dapat membagikan api sukacita kepada siapapun dan dimanapun mereka berada.

Dalam kesempatan yang sama pula, usai misa pembukaan semua peserta, konselebran dan panitia diajak untuk foto bersama sebagai kenangan dari Kongres Kerahiman Ilahi Ke-3 di Keuskupan Agung Pontianak.

Dalam kesempatan itu pula dihadiri Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Komando Daerah Militer XII/TanjungpuraPangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Suasana Foto Bersama

Dalam kesempatan yang sama itu, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan betapa pentingnya menjaga persaudaraan antar agama dan menjadi contoh yang baik untuk semua masyarakat.

“Saya yakin, kenapa Kongres Nasional Kerahiman Ilahi ini bisa dilaksanakan di Kalimantan Barat, karena Kalbar ini aman,” ujarnya.

Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata terkait ucapan selamat atas terselenggaranya Kongres Kerahiman Ilahi Nasional ke-III di Kalimantan Barat.

Ia berharap semoga dengan kegiatan ini, dapat menumbuhkan solidaritas antar sesama umat beragama dan saling berbagi.

Sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dalam hal ini diwakilkan oleh Hermanus, S.H, mengatakan bahwa, sebagai umat beragama yang utama  adalah bagaimana kita menebar ajaran agama itu sendiri ke tengah masyarakat luas.

Suasana Dalam Gereja Katedral Keuskupan Agung Pontianak

Supaya masyarakat juga bisa merasakan dampak positif yang dipancarkan usai kegiatan ini.

Seluruh rangkaian kegiatan misa pembukaan itu ditutup dengan foto bersama, dengan Kapolda, Pangdam XII Tanjungpura dan jajaran pemerintah bersama Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus beserta seluruh peserta secara bergantian.-Semz_Komsoskap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak