Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

RD. Ambros ;“Ini Bukan Ajaran Baru”

Inilah yang dikatakan oleh Moderator KKKI Pontianak RD. Robert Ambrosius Dhai Mosa dalam sambutannya untuk Kongres Kerahiman Ilahi Nasional ke-III di Keuskupan Agung Pontianak yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 Oktober 2019.

Dalam sambutannya  ia mengulas dari Diary St. Faustina. Dalam hal itu ia mengatakan bahwa “kita mendapatkan pesan belas kasih Allah yang adalah juga menjadi denyut jantung Alkitab. Tentu saja, ini bukan ajaran baru, tetapi sebuah ekspresi baru yang terfokus pada inti iman Katolik, yaitu belas kasih Allah. “Akulah Sang Kasih dan Kerahiman itu sendiri” (BHF 1074).

“Saya merasa terberkati mendapat kesempatan untuk menyapa dan mengucapkan selamat datang kepada semua peserta Kongres Nasional ke-3 Kerahiman Ilahi yang kali ini diadakan di Pontianak-Kalimantan Barat, 11-13 Oktober 2019,” katanya.

Disambutan itu pula ia mengatakan bahwa “Kongres ini menjadi saat indah bagi para murid Kristus bersaksi tentang belas kasih Allah serta tumbuh-berkembangnya penyebaran devosi ini dalam hidup menggereja, khususnya dalam konteks Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.

Paus Fransiskus menegaskan bahwa “Gereja harus menjadi tempat belas kasihan yang diberikan secara bebas, di mana setiap orang bisa merasa diterima, dikasihi, diampuni dan didukung untuk menghayati hidup yang baik dari Injil” (Evangelii Gaudium 114).

“Di tengah situasi beragam dengan tantangan yang menghiasi perjalanan hidup bangsa, Gereja Indonesia penuh percaya diri seperti biji sesawi yang harus jatuh ke tanah, tumbuh, berkembang dan berbuah dalam cinta kasih dan kebenaran Kristus,” ujarnya.

“Dalam persatuan dengan Sang Wajah Kerahiman, Gereja dimampukan setiap saat untuk tugas ini. Namun misi ini hanya dapat kita lakukan dalam persatuan kita dengan Dia, Sang Kerahiman.

“Belas kasih dapat dialami secara penuh hanya dalam relasi dengan Kristus Yesus, Allah yang menjadi manusia” (Misericordiae Vultus 24),” ujarnya.

“Kerahiman ilahi itu sifatnya murni, bebas dan tanpa syarat, tetapi bukan sesuatu yang murahan karena itu diterima sebagai rahmat dan sekaligus keterlibatan dalam misi menghadirkan wajah Kerahiman Allah di tengah masyarakat dan Gereja. Dengan berseru, “Yesus, Aku Mengandalkan Engkau” berarti kita berkata tentang Allah yang berbelas kasih yang memampukan kita pada saat yang sama melakukan aksi belas kasih bagi sesama,” tambahnya.

Ia berharap semoga refleksi dari seluruh rangkaian kegiatan ini mengobarkan semangat baru dalam pribadi kita masing-masing yang adalah “Bunga Kasih dan Buah Kerahiman Allah” (bdk. BHF 948) untuk menjadi tanda dan instrumen belas kasih Allah bagi sesama,” demikian kata sambutan dari RD. Robert Ambrosius.- Semz_Komsoskap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak